Thirty

1219 Words

AUTHOR POV Damar masih terdiam begitu Bryan mengatakan jika ia hanya ingin Keira dan Damar di hidupnya. Otak Damar serasa buntu. Padahal Damar sudah yakin jika Bryan juga menyukai Naya. Tapi sepertinya ucapan Keira sudah memengaruhi Bryan. "Anak Papa, kenapa bicara gitu tentang tante Naya?" Tanya Damar pelan-pelan. Bryan menatap kesal kearah Damar sambil menghapus air matanya dengan kasar. "Bryan gamau jadi anaknya tante Naya! Mamanya Bryan cuma Mama Keira!" Bentak Bryan lagi. "Oke, oke. Papa ngerti. Tapi sekarang, Bryan tau kan kondisi Papa dan Mama gabisa sama-sama lagi?" Danar mulai menurunkan nada suaranya. Bicara pada Bryan memang harus pelan-pelan. Walau Bryan terlihat paham, tetap saja Bryan hanya anak kecil berumur 4 tahun. Rasanya menjelaskan hal rumit tentang masalah orang de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD