Twenty Four

1142 Words

DANAYA POV Pagi ini nampak berbeda dari pagi-pagi biasanya. Entah, suasana hatiku sedikit ceria mengingat pesan singkat yang dikirimkan Pak Damar semalam. Hanya sepatah kata "Saya sayang kamu, Nay. Selamat malam." saja sudah membuatku klepek-klepek nggak karuan. Heran. Kok bisa-bisanya bos galak itu bisa berubah innocent dan manis dalam beberapa waktu ini. Dulu aku mengutuknya setengah mati karena sikap buruknya. Tapi justru ia berhasil membuat aku jatuh cinta dalam beberapa saat saja. "Naya!"  Suara itu, suara Pak Damar! Aku baru saja sampai di depan lift begitu Pak Damar memanggilku sambil setengah berlari.  "Pagi." Senyumnya merekah. Manis sekali. Ok, Pak Damar semakin tampan setelah dilihat-lihat. Auranya semakin terpancar jelas setelah kita berpacaran. Eits, apa auranya tertular

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD