*** Giana berlari keluar meninggalkan Gama yang membelakanginya usai pembalasan paling berani yang ia lakukan terhadap Gama beberapa menit yang lalu. Betapa malunya karena tepergok oleh Diandra. Gia yakin setelah ini dirinya akan memerah setiap kali bertemu mertuanya itu. Namun, Gia harus bersyukur berkat Diandra, ia tak jadi dipukul Gama. “Dasar setan! Masa sama istri sendiri main pukul,” gerutu Giana mengingat kekasaran Gama. Sungguh, Giana tidak menyesal telah membuat Gama syok terhadap ulahnya, tetapi Giana menyesala kenapa harus bibir Gama yang menjadi targetnya. Seolah ada perasaan di sana tempat yang paling tepat. Astaga! Gia benar-benar takut dirinya ketagihan. Giana menggelengkan kepalanya berkali-kali. Hal itu tak mungkin terjadi. Gama bukan apa-apa. Dia hanya seorang suami

