Setelah bicara via telepon, Jolin menarik napas panjang. Dia baru saja dihubungi Lea untuk datang ke rumah. Dia ada perayaan 7 bulan kehamilan. Ya, acara itu akan dilakukan minggu depan. Sedangkan Jolin ada janji dengan ayahnya untuk pulang ke rumah. Dia mau ziarah ke makam ibunya. “Bang Bima sama Kak Cissa juga belum tentu datang kan?”batinnya dalam hati. Dia akan tenang jika ada anak yang tidak datang selain dirinya. Tapi, dia juga sedih kalau harus mengecewakan ayahnya. Jolin mencari kesibukan dengan melakukan sesuatu di dapur. Dia berniat memasak sesuatu untuk dibawa ke teman-temannya di kampus. Jadwal kuliah hari ini jam 3 sore. Emang terkesan seperti bimbingan belajar, tapi mau bagaimana lagi. Praga keluar dari kamar saat sudah semakin siang. Dia berjalan dengan mata samar-samar.

