Sepuluh

1422 Words

"Dari mana?" Adalah kalimat pertama yang keluar dari bibir Reyhan saat melihatku masuk ke dalam kamar hotel. "Cari udara segar," jawabku mencari alasan. "Kenapa nggak bangunin aku? Aku kan bisa nemenin kamu." Aku duduk di tepi tempat tidur, lebih tepatnya di hadapan Reyhan. Ingin melihat wajah laki-laki yang selalu berhasil membuatku merasa ada pelangi di dalam hatiku. "Kamu kelihatan lelah, jadi aku nggak mau ganggu waktu tidur kamu." Sedikit benar, tapi di lain sisi aku harus mencari tahu sendiri kebenaran dari Felicia. Apa yang sebenarnya terjadi dua tahun yang lalu dengan hubungan mereka? Bukan bermaksud ikut campur, tapi melihat buah cinta mereka telah memaksaku masuk ke dalam lubang yang telah mereka ciptakan. Karena saat ini aku hidup bersama dengan Reyhan! "Tumben kamu ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD