Rama terkejut setengah mati dengan apa yang dilakukannya. "Sa- Sayang!" Rama terbata menyesali. "Maaf …." "Jangan sentuh saya!" pekiknya sekuat tenaga. "Jangan pernah sentuh saya lagi!" Rama terengah-engah berusaha menguasai kekalutan, "Sayang!" Rona wajahnya memelas. Suara Allea makin melengking "Saya benar-benar membenci Anda …!" Allea berlari tanpa memperdulikan Irwan yang bertanya padanya. "Kamu kenapa Al?" Namun Allea tak menjawab, ia terus berlari menuruni anak tangga. "Kak sa–" Si Resepsionis mencoba menyapanya namun terhenti melihat wajah Allea yang telah basah kuyup oleh air mata. "Apa yang elo lakuin ke Allea, Ram!" sergah Irwan dengan mata menyala. "Gue juga gak tau Wan, gue kepancing emosi!" "Maksud lo?" Irwan mendadak tegang mencoba menerka-nerka. "Gue nampa

