Atas Nama Cinta

2047 Words

Senandung katak pagi ini bak kidung kematian di telinganya Allea, aroma basah bekas hujan tadi malam menyeruak tajam bak racun hama yang menyesakkan rongga pernapasan. Setiap inci rumah itu adalah jurang kehampaan tak berujung. Terkadang mengetahui sebuah Fakta itu harus mengorbankan perasaan yang sudah tersemat dengan syahdu dalam sanubari. Seperti sebuah komitmen yang harus dijaga namun Allea memungkiri. Hatinya kandas dalam kehampaan panjang tak bertepi. "Kenapa jadi kayak gini?" Lamunan panjang itu membuatnya larut dalam penyesalan. "Gue pengen ketemu lo Rel, setidaknya sekali aja. Apa lo bakal balik lagi ke Indo?" Entah apa yang dirasakannya terhadap Farrel– Kasihan. Mungkin dia bisa berdalih seperti itu atau dia ingin mengakui perasaan lain yang selama ini coba dipungkiri. Rama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD