Semakin sesak

2071 Words

"Janu" desisku pelan, dadaku kembali sesak aku sangat bodoh tak pernah bisa membuat Januar bahagia. sementara dirinya selama ini selalu berusaha membuatku bahagia. "Ya sudah, kamu yang sabar ya sayang kakak ngerti banget keadaan kamu ko!" Kak Riska mengelus elus kepalaku dengan satu tangannya karena tangan yang lain ia gunakan untuk menyetir mobil. Aku mengalihkan pandanganku ke jalanan, pikiran ku masih terus mengiang tentang Januar. Satu sudut disana membuatku membelalak kaget, terlihat Januar yang sedang bersama Aurel ia memberikan es krim padanya. Deg, hatiku kembali bergemuruh. Setelah kamu menemuiku? Semudahnya kau menggenggam tangan wanita lain. "Ada apa Fris?" Aku menggeleng cepat "Engga kak" kututup mataku rapat-rapat, mengapa ini semua terjadi? Apakah yang tadi itu benar-benar J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD