POV'S Penulis Isak tangis terdengar di seluruh ruangan tunggu tepat di dalam satu rumah sakit,, sementara di satu sisi lainnya, terdapat seakan-akan membeku dalam diri Januar. Ia masih menatapi seorang gadis yang berbaring di sampingnya, dengan perban tebal yang menyelimuti kepala, tangan dan kakinya. rasa sesal dalam d**a "Kenapa Fris? Kenapa?" Desis Janu pelan memegangi kepalanya yang mulai penat, matanya lebam karena semenjak kecelakaan tadi ia sempat menangkap si penabrak dan memukulnya keras, namun ia pun terkena satu bogeman dari cowok kekar itu yang mengatakan saya hanya disuruh bang. Beberapa pertanyaan timbul di dalam pikirannya, namun dalam lubuk hatinya hanya ada rasa penyesalan karena telah menjauhi Frisca tanpa au mengerti permasalahannya. "Fris, maafin aku! Apa aku masi

