"Ja-Januar?" Ia lalu tersenyum padaku dengan begitu tulusnya, lalu merentangkan tangannya lebar-lebar membuat tubulhku langsung memeluknya begitu erat, dan sangat hangat, meski ia sudah pergi sangat lama aku masih merindukannya sangat rindu. Kau coba memberiku luka, tapi hatiku masih sekuat perisai kapten Amerika hingga lagi-lagi ku memilih kembali tersakiti. Aku masih memeluk Januar erat, air mata haru menyelimuti kenyamanan yang ia buat hingga aku lupa apa saja yang telah dia perbuat selama ini, aku mencium aroma tubuh Januar dengan sangat lembut dan perlahan aroma tubuh yang khas membuat ku kian terpana dalam pelukannya, ia terus saja menciumi pipi ku perlahan seakan ia tak ingin lagi kehilanganku lagi. Aku melepaskan tubuhnya menetralkan segala pikiranku yang terasa diracuni olehnya,

