“Ma … maaf,” sahut Mona dengan terbata-bata. Memang dia akui, jika akhir-akhir ini dia tidak bisa fokus. Pikiran dan benaknya sedang tidak baik-baik saja sejak kejadian di resto waktu itu. Lagi-lagi ucapan Dewa kembali terngiang-ngiang. Jelas, bahkan sangat jelas setiap kata-kata yang keluar dari bibir pengusaha otomotif tersebut. “Apa yang sudah Mama lakukan pada Anya? Apa Mama nggak sadar sudah mempermalukannya di depan umum? Bagaimana kalau Tantri yang berada di posisi Anya saat ini? Apa Mama masih punya otak, siapa keluarga Anya? Apa Mama tahu siapa Kak Seno, Kakak laki-laki Anya yang menjabat CEO Himalaya & Co? Kalau keluarga Anya tahu kejadian ini, kita semua harus siap-siap jadi gembel! Aku benar-benar kecewa sama Mama, dan kamu perempuan aneh, kamu harus membayar semua yang s

