“Iya bener. Mana mungkin pihak ketiga bisa masuk kalau nggak ada yang membukakan pintu,” jawab temannya yang berdiri tepat di sebelahnya. Ada juga yang menyalahkan sikap Dewa. Menurut sebagian dari mereka, kunci dari masalah ini hanya ada di pihak prianya. Seorang pelakor tidak akan bisa masuk jika tidak ada yang membukakan pintu. “Padahal di sini kita semua bisa melihat siapa yang benar-benar berkelas. Masak iya orang terpandang main labrak kayak gini,” bisik salah seorang pengunjung kepada temannya. “Iya … dari pada merendahkan diri sendiri seperti itu kan bisa duduk berhadapan dan bicara dengan nada yang rendah. Bar-bar kok bangga, ih … amit-amit,” balas temannya. Memang banyak pandangan dari beberapa orang yang mengira perselingkuhan bukanlah kesalahan pada pihak ketiga sepenuh

