“Alhamdulillah, Mas baik. Kamu sendiri bagaimana? Nggak pernah telat makan lagi, kan? Jangan buat Mas khawatir, ya!” ucap Dewa sambil menggenggam tangan Anya. Dengan menggenggam tangan perempuan itu saja sudah membuat suasana hatinya langsung membaik karena ada ketenangan yang muncul dari dalam hatinya. Rasa rindu yang menyelimutinya juga bisa terobati. “Harusnya Mas tuh yang jangan telat makan. Kan Mas Dewa yang sakit,” balas Anya bernada lembut. Tiga pasang mata yang menatap kedua Dewa dan Anya tampak terbelalak. Mereka tidak menyangka jika pria itu bisa bersikap lembut dan perhatian seperti itu. Karena sudah tidak dapat menahan rasa kesalnya lagi, akhirnya membuat Mona beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati ranjang. Wanita yang wajahnya selalu ditutupi oleh makeup tebal i

