Hari-hari terus berlalu. Sepasang suami istri itu juga masih disibukkan dengan segala aktifitasnya. Bahkan, Tama tampak sering menempel pada istri cantiknya. “Makan siang nanti Mas jemput, kita makan siang bareng,” pinta Tama Anya. Seketika Anya menyunggingkan senyumannya. Perempuan itu sangat senang dengan sikap hangat suaminya belakangan ini karena merasa dihargai oleh suaminya sendiri. “Mas lupa ya? Kan nanti siang aku ada seminar sampe malam di hotel Grand First,” ucap Anya memberi tahu. Tama pun langsung mengangkat kepala karena nasfsu makannya tiba-tiba menghilang setelah mendengar ucapannya Anya. Kemudian ia meletakkan sendok dan tidak berniat untuk melanjutkan sarapannya lagi. Melihat tatapan suaminya yang sudah tidak bersahabat, membuat Anya juga ikut meletakkan sendokn

