Dia

1264 Words

Jika dilihat dari denah gedung apartemen, sepertinya lantai tiga puluh empat tersebut hanya dibagi menjadi dua unit saja. Sisi kiri unit milik Seno, sedangkan sisi kanan milik orang lain. Kedua unit tersebut hanya dibatasi oleh koridor selebar tiga meter saja. Setelah memencet bel, beberapa saat kemudian pintu pun terbuka dan muncul seorang pria tampan dengan rambut yang masih terlihat lembab. Sepertinya pria itu baru saja mandi. Sungguh pria yang berdiri di depannya kali ini lebih layak disebut sebagai jelmaan dewa dari Yunani. Pantas saja setiap berada di tempat umum, banyak wanita yang memberikan tatapan lapar padanya. Deg …! Mata Anya pun seketika membelalak dengan sempurna setelah melihat siapa sosok tetangganya tersebut. Pantas saja kakaknya tadi bisa menghilang secepat itu s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD