Akhirnya ke empat orang itu makan di pujasera yang dekat dengan gedung olah raga. Seno memang memilih tempat itu karena di samping tempatnya yang bersih rasa baksonya juga terkenal enak, bahkan tersedia berbagai jenis makanan yang lainnya. Di saat mereka baru saja memasuki area pujasera, telah banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan kekaguman. Apa lagi melihat Seno dan Mario yang menanggalkan jas dan hanya mengenakan kemeja dengan lengan yang dilipat hingga sebatas siku. Tangan Seno yang terlihat berotot tak luput dari tatapan para kaum hawa. Anya dan Nolla juga tak luput dari tatapan orang-orang yang ada di tempat tersebut. Bagaimana tidak akan menjadi pusat perhatian jika paras cantik dengan aura anggun yang sangat kuat memancar dari diri Anya. Tak lama setelah mereka men

