*** Dio menyunggingkan senyum sinisnya begitu matanya menangkap sosok Finka di depannya. Dengan sengaja Dio merangkul seorang perempuan yang bernama Lisanti Pratiwi, perempuan yang akhir-akhir ini ia temui di luar jam kerja kantornya. Entah apa tujuan Dio membawa perempuan itu ke rumah ini, tetapi satu hal yang Finka tahu, Dio ingin menyakitinya lagi. Namun, tenang saja, hati Finka sudah kebal. Dirinya bukan perempuan lemah seperti Lima tahun yang lalu. Dia tidak merasakan kecemburuan sama sekali saat melihat Dio bersama perempuan itu. “Siapa yang kamu bawa Pak Dio yang terhormat?” tanya Finka sembari bersedekap malas di depan Dio dan perempuan yang dia bawa pulang. Dio semakin menyunggingkan senyum sinisnya. “Kenalin, ini Lisanti Pratiwi. Seseorang yang jauh lebih berharga dari kam

