*** Tidak pernah mudah bagi Finka untuk tetap mempertahankan ketegarannya. Percakapan singkatnya bersama Farida ternyata membuat hati kecilnya berteriak lagi. Rasa sakit akibat luka masa lalu itu kembali menekannya, membuatnya sulit untuk bernapas. Finka akhirnya mengeluarkan segala kesedihan itu lewat air mata. Tangisnya pecah kala mobilnya melaju belum terlalu jauh dari rumah neneknya tercinta. Tanpa peduli di mana dirinya berada, Finka pun menepikan mobilnya. Air mata membanjiri pipi wanita mandiri itu. Rasa sakit yang pernah ditorehkan Fina dan Dio di masa lalu membuat Finka tak bisa menahan kesedihannya. Satu hal yang paling membuatnya terluka adalah kehilangan calon buah hatinya. Berkali-kali ingatan itu menghantam Finka meskipun ia selalu berusaha untuk mengikhlaskan semuanya.

