BAGIAN-2. WEDDING CANCELLED.

1078 Words
BAGIAN-2. WEDDING CANCELLED. Pernikahan kontrak? Kelara mengulang kata-kata itu dalam hati. Bagaimana bisa hidupnya yang sempurna tiba-tiba berubah menjadi bencana? Bencana. Bencana. Bencana. Astaga! Kelara melempar kaca matanya ke tembok kemudian meremas rambutnya dengan frustasi. Ia sama sekali tidak peduli dengan status calon suaminya. Siapa pun itu, pria itu pasti menginginkan sesuatu darinya. Atau mungkin dia hanya ingin memanfaatkan Kelara untuk kepentingannya sendiri. Seandainya itu benar, Kelara tetap tidak bisa berkutik. Kondisi ayahnya sangat tidak bik. Dan satu-satunya yang dia minta hanyalah pernikahan Kelara. Pria itu baru bisa mati dengan tenang setelah melihat Kelara menikah dengan laki-laki kepercayaannya. Lama mengumpati nasib buruk yang menimpanya, Kelara akhirnya terduduk di atas lantai yang dingin. Air mata mengalir begitu saja melewati pipinya kemudian mendarat angkuh di baju. Dadanya terasa sesak, seolah ada bongkahan batu besar yang menimp tubuh gadis mungil itu. Kelra tidak tahu lagi harus bagaimana. Selama ini dia hanya sibuk dengan dirinya sendiri. Sehingga dia tidak tahu kalau ayahnya berjuang melawan kanker sendirian. Orang yang selama ini menemani ayah Kelara adalah sahabatnya. Laki-laki yang tak lain adalah calon mertuanya. Kematian ibunya saat dia duduk di bangku SMA hingga kini masih membekas di hatinya. Setiap momen keluarga yang dia mereka miliki, menjadi cahaya saat hidup Kelara terasa berat dan juga saat dia terjebak di kegelapan. Kini Kelara sendirian yang harus menghadapi kematian sang ayah. Kelara sama sekali tidak tahu, apakah dia bisa bertahan kali ini atau tidak. Baginya semua sudah selesai. Jika ayahnya tidak ada lagi di dunia ini, maka untuk siapa lagi dia hidup? ** Setelah pertemuannya dengan calon pengantinnya, Kaelan kembali ke kantor. Pertemuan mereka sama sekali tidak meninggalkan kesan istimewa baginya. Gadis itu tampak biasa saja. Tubuhnya cukup kecil untuk wanita seusianya. Rambutnya mungkin panjang, Kaelan tidak bisa memastikan sepanjang apa rambutnya karena dia mengikat rambutnya ke belakang dengan acak-acakan, bahkan poni wanita itu menutup sebagian besar jidatnya. Kaca mata besar membingkai sebagian besar wajah mungilnya. Kesimpulannya, Kaelan tidak bisa menilai apakah gadis itu cukup cantik untuknya atau tidak. Di matanya, gadis itu biasa saja. Istimewa bukanlah kata yang tepat dan tidak akan cocok jika harus disematkan untuk calon istrinya. Satu-satunya yang membuat Kaelan takjub adalah tinggi badan wanita itu. Saat dia berdiri untuk menyambut uluran tangan Kaelan, gadis itu menjulang tinggi di hadapannya. Sampai detik ini Kaelan bertanya-tanya, berapakah tinggi gadis itu? Apakah 170cm atau lebih. Penampilan gadis itu sama sekali tidak penting bagi Kaelan. Dia justru bersyukur karena gadis itu biasa saja. Jika dia adalah seorang wanita normal, mungkin Kaelan akan berpikir dua kali untuk menikahinya. Dan karena gadis itu termasuk dalam kategori gadis aneh, maka Kaelan telah memutuskan. Pernikahan mereka harus segera dilakukan. Mengingat tenggat yang diberikan oleh sang nenek sudah sangat dekat dan ayah dari gadis itu di ambang kematian, mereka tidak punya cukup banyak waktu untuk menunda peernikahan ini. Beruntung, ayahnya memilih calon pengantin yang sangat tepat untuknya. Seorang gadis baik-baik yang entah muncul dari belahan bumi yang mana. Senyum Kaelan semakin lebar saat dia membayangkan akan menjadi pewaris tunggal perusahaan keluarga mereka. Kaelan sama sekali tidak peduli dengan pernikahan itu. Dia hanya mencintai perusahaan dan pekerjaannya. Apapun akan dia lakukan demi menyelamatkan dua hal itu. Termasuk menikah dengan orang yang bahkan tidak dia kenal sekali pun. “Kapan kita bisa mendaftarkan pernikahanku?” tanya Kaelan pada asisten pribadinya. Pria yang hanya kini duduk tak jauh dari meja kerja Kaelan mengangkat wajahnya. Sejak tadi dia memeriksa pekerjaan milik atasannya. “Mungkin besok.” jawab Elias setengah ragu. Sebelah alis Elias terangkat. “Kenapa?” “Kalau begitu, daftarkan pernikahanku besok. Aku akan mengunjungi calon mertuaku malam ini sepulang kerja. Jika kamu butuh dokumen gadis itu, mintalah pada ayahku. Dia pasti akan menyiapkan semuanya secepat mungkin.” “Besok?” Elias terperangah. Ia nyaris membuka mulutnya lebar-lebar sebelum akhirnya sadar kalau bossnya sedang tidak bercanda. “Kamu yakin?” “Tentu.” “Apa dia secantik itu?” Kaelan menggeleng. “Bahkan kata cantik sama sekali tidak pantas disandingkan dengannya.” tegas Kaelan angkuh. “Lalu?” Elias meletakkan tab atas sofa. Ia bangkit, menghampiri Kaelan. “Kenapa buru-buru? Apakah ayahmu mengancammu?” “Sama sekali tidak, El. Dia… biasa saja. Sedikit aneh dan gadis baik-baik menurut versi ayahku. Kurasa dia sangat cocok untuk kriteria istri seseorang sepertiku. Dia tidak akan menuntut banyak. Kami hanya perlu menjalani pernikahan palsu dan hidup masing-masing setelahnya. Bukankah itu cukup menguntungkan bagiku?” Elias menggelengkan kepala. “Aku sama sekali tidak paham dengan apa yang ada di kepalamu. Ini pernikahan, Kae! Tolong jangan permainkan pernikahan sepert ini. Meski-” “Untuk itu”,Kaelan memotong, “Aku akan memohon kepada Tuhan agar mengampuni dosa-dosaku. Satu hal yang pasti, aku tidak akn mempermainkan gadis itu. Aku akan membuatnya hidup bak di syurga. Bukankah itu cukup?” “Bagaimana kalau dia tahu kalau kamu memanfaatkannya?” “Dia akan segera tahu.” Kini kening Elias mengerut dalam. “Maksudnya.” “Jika aku bertemu dengannya malam ini, aku akan mengatakan yang sesungguhnya. Kurasa itu cukup adil untuk kami.” Elias sama sekali tidak habis pikir dengan apa yang akan dilakukan oleh Kaelan. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Ayah gadis itu menginginkan seorang pengawal untuk putrinya dan aku membutuhkan istri palsu untuk nenekku. Bukankah hubungan ini sangat menguntungkan satu sama lain?” “Kamu benar.” Elias mengangguk-anggukan kepala. “Tapi sampai kapan kalian akan mempertahankan pernikahan ini?” “Hanya satu tahun.” “Bukankah ayahnya sedang kritis?” “Ya.” “Bagaimana jika ayah gadis itu meninggal? Apa yang akan terjadi padanya? Setelah pernikahan ini, kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan. Perusahaan . Lalu bagaimana dengannya? Setelah ayahnya meninggal, kalian akan bercerai. Dia tidak memiliki apa-apa dan siapa-siapa lagi di dunia. Ayah gadis itu berharap kamu menjaganya lewat pernikahan kalian setelah dia wafat. Dia hanyalah seorang laki-laki yang berharap besar pada laki-laki lain untuk menjaga putrinya. Pria tua itu sama sekali tidak tahu jika putrinya hanya akan menyandang status janda muda karena keinginannya yang tidak masuk akal. Aku benci orang-orang yang mendewakan pernikahan dan menganggap pernikahan adalah sesuatu yang sangat Agung. Orang-orang itu termasuk nenekmu dan ayah dari gadis itu!” Kata-kata Elias menghantam telak hati Kaelan. Apa yang dikatakan oleh Elias sepenuhnya benar. Pernikahan itu mungkin terlihat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Namun jika ditelaah lebih dalam, juga mempertimbangkan efek dari pernikahan itu, gadis itu lah yang paling merugi di antara mereka berdua. Lalu Kaelan lah yang paling diuntungkan di sini. “El, haruskah aku membatalkan pernikahan ini?”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD