BAB 39

1208 Words

Saima baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya ketika Janied menelepon. “Hai, Saima.” Janied langsung menyapa saat panggilan sudah tersambung. “Hai.” Saima membalas, ia memakai mode pengeras suara dan menaruh ponselnya di atas meja rias karena ia menyalakan hair dryer. Saima tak suka tidur dalam keadaan rambut basah. Selain akan mengotori bantalnya, Saima pasti pusing jika rambutnya tidak dikeringkan. Suara dari hair dryer terdengar sehingga Janied ingin memastikan, “Lo baru mandi?” “Iya.” “Ini jam sepuluh malem. Lo habis dari mana?” “Gue ngurusin acara Julieta.” “Ah, penggalangan dana?” tebak Janied. “Iya. Keluarga lo udah dapet undangan, kan?” Saima yang mendesain undangan untuk acara Julieta dan ia memastikan semuanya sudah dikirim serentak melalui pos dua hari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD