Janied sangat ingin menghajar dirinya sendiri ketika akhirnya mengetahui apa yang Saima lakukan lima tahun lalu. Atau, menghajar saja belum cukup? Waktu itu Janied terlalu marah dan terluka sehingga ia tidak mencari tahu ke mana Saima pergi. Janied tidak peduli. Meski banyak atau sedikit ia juga mendengar kabar tentang perempuan itu, Janied berusaha menghapus Saima. Ia marah, sangat marah. Seperti terulang, seperti hidupnya berputar-putar di film yang sama; selalu ditinggalkan. Semula Radmila, lalu Saima. Orang yang Janied kira tidak akan tega, tapi ternyata tetap pergi juga. Rasa kecewa Janied begitu sulit digambarkan. Ia bahkan mennagis malam itu sambil melihat dua cincin yang tidak dimiliki siapa pun karena pemilknya pergi dan pemiliknya yang lain sudah mati rasa. Kini Janied tahu

