BAB 41

1303 Words

“Gue nggak sempurna.” Janied sedikit terperanjat mendengar sebuah suara yang datangnya dari belakang tubuhnya. Janied tengah sibuk memasak bubur sampai ia tak sadar bahwa Saima sudah bangun. “Kenapa, Sai?” Janied membalikan tubuhnya untuk menatap Saima yang berdiri menggunakan piyama semalam yang digantikan oleh Janied. “Lo bilang gue sempurna untuk disayangin. Gak, gue gak sempurna.” ujar Saima, tegas. Janied mendekati Saima, berdiri di hadapan wanita itu lalu menempelkan telapak tangannya i dahi Saima. “Lo ngapain?” dahi Saima mengernyit. “Lo udah gak demam dan gue pastikan lo sembuh karena udah bisa bawel pagi-pagi.” “Gue gak bawel!” “Oke, tuan puteri, terserah lo.” Janied kembali ke depan kompor. “Lo mau sarapan? Gue bikin bubur karena takut lo masih demam ternyata lo udah baik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD