Tujuh bulan kemudian.... Pernikahan itu bukan happy ending! Sama sekali bukan! Malah, bagi Saima, pernikahan merupakan awal darisegalanya. Meski ia menikahi sahabatnya yang telah ia kenal sejak kecil, bukan berarti Saima terbebas dari perdebatan dan jalannya akan mulus. Beberapa jam yang lalu Saima dan Janied melangsungkan pernikahan—pemberkatan—di Bali. Bukannya menikmati malam pengantin, mereka berdua malah bertengkar. Lebih tepatnya memperbesar salah paham. Di mulai dengan Janied yang cemburu tidak jelas kepada buket bunga yang dikirim oleh Rama Mahveen. Saima menjelaskan dengan sabar bahwa dirinya dan sang putra presiden hanya berteman. Namun seperti biasa, Janied dan egonya akan mengambil alih. Saima tersinggung. Ini sama saja seperti Janied tidak percaya padanya. Pertengkaran p

