“Janied, mau mandi bareng sama gue?” Saima membuka kaca berembun itu sehinga Janied bisa leluasa menatap tubuhnya yang tak terbungkus apa pun. Saima tahu bagaimana akhirnya jika dia mengatakan ajakan itu. Mereka berdua bukan anak kecil lagi, mereka tahu caranya saling memuaskan, dan yang terpenting adalah mereka berdua pernah melakukannya sebelum ini. Meski Janied sempat terkejut sedikit, bisa dilihat dari caranya terpaku, namun pria itu menyadarai ke mana arah ajakan yang baru saja terlontar itu. “Saima, lo mau gue masuk ke sana?” Janied hanya ingin memastikan bahwa bukan hanya irinya yang punya pikiran dngan tanda kutip. “Gue bertanya apa lo mau mandi bersama atau gak,” balas wamita itu yang tidak terlihat malu meski saat ini tubuhnya tidak tertutup apa pun. Suara Janied menjadi b

