“Apa-apaan sih? Kamu nggak ada hak buat ngatur-ngatur aku mau ke mana! Urus saja dirimu sendiri,” hardik Selena ketus pada Azham. Lalu dengan bergegas menyeret lengan Clara keluar rumah dan mengabaikan Azham yang hanya terdiam menatap kepergian keduanya. “Sel, Lo yakin nggak bakal ada masalah nih? Gimana kalau laki Lo itu ngadu ke bokap Lo? Bisa gawat entar? Gue nggak mau ikut-ikutan ke bawa kena semprot bokap Lo,” tegur Clara seraya memasuki mobilnya dan duduk di belakang kemudi. “Berisik. Buruan jalan. Dia nggak akan berani. Udah jalan aja, mumpung gue belum berubah pikiran,” perintah Selena dengan kesal. Akhirnya mobil pun melaju dengan kecepatan sedang meluncur di tengah hiruk pikuk jalanan ibukota malam itu. Hingga satu setengah jam kemudian mereka telah sampai pada restoran yang a

