Dengan menggeram marah, Barata mengentakkan kakinya untuk menyerang Azham yang telah siap dengan kuda-kudanya. Laki-laki codet dan berambut gondrong itu mendengus kasar dan berteriak-teriak seraya menyabetkan pisaunya kepada Azham. Di serang bertubi-tubi menggunakan pisau begitu rupa, tak membuat pertahanan diri Azham goyah dan melemah, dengan mudahnya Azham menghindar beberapa kali sabetan Barata yang kini pergerakannya sudah terbaca dan terblokir oleh Azham. Barata memekik kesakitan saat Azham berhasil menekuk pergelangan tangan kanannya dan dengan sigap ia berhasil melemparkan pisau itu dari tangan Barata dan mendaratkan pukulan telak di wajah, rahang dan perutnya yang buncit. Barata memekik kesakitan dan memaki dengan kasar. Hingga Azham memberikan sebuah tendangan dengan telak yang

