"Apa Maa?!" Tidak, tidak Itu bukan suara ku, tapi suara Ardi. Nada suara nya tinggi tanda ia sangat terkejut, namun kenapa wajahnya jadi tegang begitu. "Iyaa Ardi, Mama sama alm. Mamanya Sahira udah jodohin kalian berdua." Mama Lusi tersenyum. "Tapi ma, aku gak bisa. Kita ini hanya sahabat gak lebih." Bantah Ardi. Jadi selama ini Ardi sungguh tidak mempunyai perasaan yang sama denganku. Mungkin benar, cintaku ini hanya bertepuk sebelah tangan. Namun kenapa seperti ada tangan yang meremas hatiku dengan kuat, rasanya sakit dan perih. "Tapi Ardi-" "Udah maa... Aku gak mau. Ra, lo juga gak mau kan kita dijodohin?" Aku tersentak mendengar suara Ardi yang keras, dengan cepat aku menatap Ardi. Raut muka serius Ardi langsung menghantam indera penglihatan ku, tidak ada keraguan dalam

