Sahira pov Pak Burhan, nama klienku malam ini. Well, menurutku untuk ukuran seorang bapak-bapak dia terlalu gagah. Tidak terlalu terlihat tua dibandingkan umurnya. Perlakuannya yang manis semenjak bertemu denganku sungguh membuatku tersanjung. Namun, aku juga tidak terlalu heran sih, laki-laki hidung belang seperti ini sudah biasa memperlakukan wanita sepertiku secara istimewa. Baru kenal beberapa jam, dia sudah memanjakanku sedemikian rupa dengan materi. Dia berbeda, tidak seperti klien ku yang lain. Namun, tetap saja ujung-ujungnya mereka hanya mau mempermainkanku. Huh, aku tidak akan tergoda. Sekarang dia sedang memohon-mohon agar aku menjadi istri siri nya. Perkataanya begitu manis, namun begitu aku tidak menanggapinya sama sekali. "Ayolah, kamu tidak akan kekurangan sayang kalau

