Sepulang dari mall hari sudah petang. Ardi menidurkan Sahira di ranjang kebesarannya. Sepanjang perjalanan tadi Sahira tertidur pulas mungkin karena rasa sakit di perutnya sudah tidak tertahankan sampai akhirnya tertidur. Tak lama kedua bola matanya mengerjap, dia telah bangun dari tidurnya. Ardi menatap Sahira dengan tajam. Dia marah Sahira telah keluar tanpa seizinnya, di tambah karena aktivitas nya yang berlebihan sebagai seorang ibu hamil harus mengakibatkan perutnya menjadi keram. Ditatap sedemikian rupa membuat Sahira merenggut ketakutan. Dia terus mengalihkan pandangannya, menghindari tatapan tajam Ardi. Tangan dingin Ardi menyentuh wajahnya untuk membuat dia menghadap kepadanya. Bola mata Sahira telah berkaca-kaca, dia takut Ardi akan memarahinya. Ardi menghembuskan nafas p

