Sudah terhitung tiga pekan Arslan tidak pernah memasuki kamar bernuansa ungu ini, semenjak si pemilik tidak ada di rumah, dan nyaman tertidur tanpa terusik di rumah sakit. Sedikit berdebu—setidaknya sedikit lebih baik keadaannya daripada keadaan kamar Arslan yang sudah kacau balau karena sang istri sudah tidak merapikannya lagi. Namun, meski begitu, Arslan tetap membawa sapu dari dapur untuk ia bawa ke kamar Alisha. Nyaris pukul 5 pagi, suasana masih sepi dalam rumah. Aruna—yang menjadi alasan Arslan untuk tidur di rumah sejak kedatangannya ke sini—sepertinya masih terlelap karena belum mendengar suara gadis kecil itu. Padahal, ini hari sabtu. Biasanya, Aruna akan bangun lebih cepat pagi ini. Ya, untuk bisa menemui mamanya. Mengabaikan pemikiran mengenai Aruna, Arslan mulai melucuti

