118. Pilihan Sulit

2220 Words

Pagi menyapa bumi, menghadirkan keindahan-keindahan dan pesona tersendiri di Perguruan Kobra Hitam. Apalagi perguruan itu terletak dalam Alas Purwo sebelah utara yang masih jarang dijamah tangan manusia. Bangunannya yang terkesan tua, tetapi dihias dengan indah. Bunga-bunga sepatu yang sengaja ditanam di sepanjang pagar bambu tampak bermekaran, memamerkan kelopaknya yang merah menyala. Cuaca pagi ini sedikit berkabut, ketika seorang gadis manis tampak memetik sayuran di kebun belakang, untuk persiapan makan nanti. Matanya yang bulat bak kelereng tampak riang, sementara jari-jarinya begitu lincah memetik pucuk-pucuk bayam yang tumbuh subur berderet-deret. Sambil bernyanyi-nyanyi kecil ia memasukkan daun-daun bayam ke dalam keranjang bambu yang digendongnya. Rasa suka-citanya menebar kegem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD