Di bagian lain istana yang sedang kacau, terlihat dua orang pemuda saling berhadapan. Mereka hendak mengadu nyali dan kemampuan bertarung, setelah sebelumnya terlibat dalam perseteruan sengit. Pemuda yang satu bertubuh kurus, berbanding terbalik dengan pemuda bertubuh tegap dan besar yang menjadi lawannya. Namun, sepertinya si pemuda kurus tiada gentar. Bahkan ia berdiri dengan penuh percaya diri, siap menghadapi si pemuda bertubuh besar. “Aku tak akan mundur barang sejengkal pun, wahai Raganala! Sekali pun kau akan mendatangkan bala bantuan yang banyak, aku akan tetap menghadapimu. Jika aku mati kelak, maka namaku akan dikenang sebagai pahlawan yang turut berjasa mengembalikan negeri ini dari cengkeraman para pembelot seperti junjunganmu!” ucap si pemuda ceking. “Kau memang sangat jumaw

