Dalam kegelisahan yang mendalam, Ki Renggo Bergowo harus bertarung melawan hati kecilnya sendiri. Perintah Pangeran Api Abadi sudah jelas, bahwa dia harus menghabisi Mahalini, yang pernah menjadi muridnya sejak masih kecil. Kalau ia tidak berpikir panjang, mungkin perkara membunuh adalah hal yang mudah. Sejak muda ia sudah bergelut dengan darah dan pedang. Tentu kalau hanya menghabisi nyawa, bukanlah hal besar untuknya. Namun, ia masih menggunakan nurani dan akal sehatnya. Walau Mahalini menaruh kebencian padanya, ia tetap tak bisa membunuh gadis itu. Pangeran Api Abadi sengaja mengeluarkan Mahalini dari jeruji dalam keadaan terikat, kemudian menyerahkan sepenuhnya nasib gadis itu kepada Ki Renggo Bergowo. “Pergilah ke lereng bawah sana! Terserah apa yang akan kau lakukan padanya, tetapi

