Setelah berjalan berhari-hari, Cempaka Sari merasakan kesepian yang luar biasa. Tak ada teman berbicara, hanya dirinya sendiri yang menyusur kampung dan hutan, menuju arah timur. Diam-diam kerinduannya pada Aji Danumaya menyeruak. Ia berharap agar adiknya baik-baik saja selama di padepokan. Ia percaya bahwa Panji akan melindungi adiknya dari segala marabahaya yang mungkin mengancam. Keputusannya untuk meninggalkan padepokan itu tentu sudah ia pikirkan secara matang, walau ia sendiri pun sebenarnya merasa berat. Untuk mengusir rasa lelah dan bosan, ia mencoba mencari tempat beristirahat. Kali ini ia tiba di sebuah kawasan perbukitan kosong yang hanya ditumbuhi pohon-pohon tak begitu banyak. Sepertinya tempat ini dilanda kekeringan dalam waktu yang lama, karena ia melihat banyak pohon meran

