Ayu Seroja dan dua pengasuhnya yakni, Ki Sutowiryo dan Nyi Warsini berjalan tertatih sambil memapah Ki Serayu yang terluka di bagian dalam tubuhnya. Mereka menjauhi arena pertarungan antara Panji Panuluh dan Elang Soka yang kian memanas. Mereka mengandalkan Ki Sutowiryo sebagai penunjuk jalan, karena pria tua itu sangat paham daerah sekitar hutan itu. “Kita pergi menyusur jalan setapak ini!” ucap Ki Sutowiryo sambil berjalan menyusur sebuah jalan setapak kecil yang dinaungi pohon-pohon besar. Jalan setapak itu letaknya cukup tersembunyi oleh semak belukar, sehingga tak terlihat dari luar. Ki Sutowiryo sudah mengenal jalur tersembunyi ini sejak lama, sebagai tempat mencari binatang buruan karena jalur setapak ini tembus ke sebuah lembah berumput tebal, tempat para binatang pemakan rumput

