39. Derai Yang Menggoda

1329 Words

Rhea baru saja meletakkan cangkir susunya di meja. Setelah makan malam dan mencuci piring, mereka bersantai di sofa ruang tengah yang terdapat televisi. Ruangan itu sederhana, tidak banyak perabot ribet. Ruangannya yang harus peppermint dan rapi membuat suasana nyaman. Tama bersandar di sofa, matanya terpejam. Dia baru membuka mata saat Rhea ikut duduk di sofa sebelahnya, hanya berjarak dua banyak sofa. “Kalau kau mengantuk, tidurlah,” kata Rhea, melirik Tama. Tama menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mengantuk, hanya sedang meresapi aroma wangi apartemenmu ini. Itu menenangkan,” katanya melirik Rhea. “Tapi, kenapa apartemen sederhana begini? Aku tahu kalau orang tuamu itu kaya, dan kau juga pasti mampu menyewa tempat yang lebih besar dari ini?” tanyanya. Tapi Rhea tak segera menjawab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD