Rhea sebenarnya tidak tahu ada apa dengan dirinya yang tidak biasa. Dia mematut diri di cermin. Jam masih menunjukkan pukul enam pagi. Saat orang-orang masih lelap di akhir pekan, gadis itu sudah mengganti pakaian untuk kesekian kalinya. “Nggak cocok. Terlalu formal. Terlalu seksi. Warna bertabrakan. Terlalu kecil. Terlalu cerah.” Serta seabrek lainnya saat dia mencocokan bajunya hingga tanpa sadar sudah menunjuk di tempat tidur. Lemarinya nyaris habis, hanya tinggal beberapa potong saja. Rhea menghela napas, dia menatap cermin, berpikir apa yang harus dia pakai? “Acara formal juga bukan. Paling acara santai. Harus pake kasual, kan?” Dia bertanya pada sosok dirinya yang lain di cermin. Andaikan sosok itu bisa bicara, pasti akan protes dengan tingkahnya Rhea yang tidak biasa. “Uh,

