Malam harinya Rena datang bersama Pak Rohman membawa barang-barangnya. Seperti pakaian dan buku-buku kuliahnya. Ia tahu Galang tak pulang ke rumah melainkan ke hotel, dan ia bisa saja menginap di rumah orangtuanya, tapi ia lebih memilih pulang ke Bekasi demi menjaga perasaan mertua. "Maaf Ma, Pa, aku pulang malam-malam begini. Soalnya pulang kerja tadi aku langsung beres-beres barang di rumah." "Iya nih, Besan ... jadi ngerepotin," imbuh Pak Rohman. Mengeluarkan dua koper besar dari dalam taksi. "Maaf, harus ... bukain pintu malam-malam begini." Kalimatnya tersendat karena mengangkat koper yang cukup berat. "Ah, repot apanya to, Mas. Sudah kewajiban kok, Rena memang sudah jadi penghuni rumah ini, kan." Jawab Anamaria. "Turunkan saja Besan, biar si Udin yang bawa," ucap

