Galang tak lagi peduli pada apa yang ia baca. Pikirannya terus mencerna ucapannya pada Rena. Seakan tak ada setitik pun keraguan. Ia terus memandang Rena dari balik buku yang menutupi wajahnya. Masih tak menyangka gadis itu bisa merampas semua rasa cinta yang dulu tercurah hanya pada Selena. Kini semua untuknya tak tersisa sedikitpun. Dalam waktu yang Galang sendiri pun tak pernah mengira dan sulit percaya. Tapi ia sangat yakin kesejatian dan ketulusan cintalah yang ia rasakan. Tak tahu sudah berapa lama Galang menghabiskan waktu menilai gadis itu, tiba-tiba ia tersentak melihat buku di tangan Rena terjatuh, tangannya terkulai lemas. Galang segera menangkap agar tak jatuh. Membiarkan matanya memandang sejenak wajah yang tertidur polos itu. Ia tersenyum. Kemudian mengangkat tubuh mu

