Risya terbangun ketika perutnya terasa sakit tangannya langsung memegang area perutnya yang sudah sedikit membuncit. Ketika Risya mencoba untuk bersandar ke kepala ranjang, dia baru menyadari ruangan ini mempunyai aroma yang dia kenal. Dia meneliti seisi ruangan. Sepertinya dia kenal kamar siapa ini. Apalagi dengan aroma parfum yang khas membuatnya semakin yakin kalau ini adalah kamar seseorang yang dia cari. Kakinya bergerak menuruni ranjang. Tapi pergerakannya sudah ditahan oleh seseorang. Risya mendongak melihat siapa yang menahannya. "Siapa kamu?" Risya mengernyit heran. Bukannya ini kamar Randi?? Batinnya bertanya tanya. "Tenang dulu ris. Biar saya jelaskan dulu." Lelaki itu masih menahan tubuh Risya agar jangan bergerak berlebihan. "Yaudah, lepasin tangan saya." Risya me

