“Apa? Apa? Apa?” Tiwi mengejar langkah Risa yang berjalan lebih dulu. Gadis itu meninggalkan kedua temannya setelah mengatakan apa yang harus Karlina dan Tiwi tahu. “Kamu dilamar? Sama Om itu? Hari minggu kemarin?” Karlina mengulang kembali apa yang tadi didengarnya dari Risa, “Hm, jadi kalian nggak perlu cemasin aku lagi. Karena keseriusan Divan udah jelas terbukti, kan?” Mendengar sahutan Risa membuat Karlina dan Tiwi saling memandang satu sama lain lantas menghembuskan napasnya pasrah. “Kamu benar, dengan Om itu yang berani melamar kamu dan orang tua kamu yang bahkan udah merestui hubungan kalian, nggak ada lagi alasan buat kita untuk larang atau bahkan nentang hubungan kalian.” Karlina akhirnya mengungkapkan apa yang ada dipikirannya. “Hm, kita minta maaf kalau selama ini udah

