42. Hei, Pengantin Baru

1871 Words

“Selamat pagi, Pak Pengantin Baru.” Hal yang pertama Divan dapati setelah tiba di lantai di mana ruangannya berada, adalah sapaan tak biasa dari sekertarisnya yang memang susah sekali di atur itu. Dan yah, meski itu terdengar menggelikan, nyatanya Divan memang tidak bisa marah pada wanita yang berdiri di depannya itu. “Laras.” “Pagi, Pak Divan. Selamat kembali bekerja.” Sambut wanita itu membungkuk, lalu menunjukan senyum manis dengan keformalannya yang jarang sekali Divan dapati. “Pagi juga. Terima kasih untuk sambutannya yang yah khas dirimu sekali itu.” Divan tersenyum setengah hati. Bukan apa-apa, karena pria itu sebenarnya tidak tahu saja harus menanggapi sekertarisnya bagaimana. Saking sudah tahu kelakuan absurd Laras, Divan kadang benar-benar sudah kehilangan cara bagaimana meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD