33. Kesempatan

2054 Words

“Kita selalu menyerahkan dan mempercayakan setiap pilihan yang Risa ambil selama ini karena kita percaya Risa berhak untuk menentukan sendiri hidupnya seperti apa, Mas. Bukankah kita sudah menganggapnya cukup dewasa dengan semua keputusan yang Risa ambil sejak Risa lulus SMA? Lalu tiba-tiba sekarang kita meregut itu semua begitu saja, bukan hanya kebebasannya dalam memilih, tapi juga kebebasannya untuk mencari kebahagiaannya sendiri.” Sang suami mendongkakan kepalanya ke arah sang istri, menatap ibu dari putrinya itu dengan kening yang kini berkerut sempurna. “Kamu pikir keputusan ini dan yang sebelum-sebelumnya Risa ambil sama? Kamu pikir pilihannya untuk masuk univesitas mana yang diinginkannya dengan menikahi seorang pria seusia kita itu sama? Hm? Begitu?” “Mas.” “Bagaimanapun Risa i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD