"Kalau kayak gini bukannya mendingan ke rumah sakit aja, Bun?" Rafa mengangguk, menyetujui ucapan kakaknya itu. "Bukan cuma sekali ajakan Bunda kayak gini, tapi udah beberapa hari dalam waktu kurang dari seminggu." “Hhm.” Kali ini Farrel yang mengangguk setuju ucapan adiknya. Risa menatap kedua putranya yang duduk di ranjang mengkhawatirkannya. Ya, setelah terjadi lagi hari itu, anak-anak memang mendatangi kamar orangtuanya untuk memastikan keadaan Risa. Kebetulan hari itu hari libur, jadi tidak ada di antara mereka yang harus ke sekolah, begitu pula dengan Divan yang tidak perlu ke kantor. “Denger? Anak-anak kamu udah khawatir kayak gini dan kamu masih nggak mau ke rumah sakit?” Risa membasahi bibirnya, dikerubuni orang-orang yang mempedulikannya jelas menjadi hal yang menyenangkan,

