HagiaSophia 114

1208 Words

[SOPHIA] . "Hagia!" "Ya, ya, Soph, ini aku. Bagaimana kabarmu, Sayang?" Mengapa Hagia masih menanyakan kabarku? Bukankah itu sudah pasti? "Aku merindukanmu. Sangat, sangat rindu." Tawa Hagia menggelitik telingaku. "Apa kau yakin, Sophie, kau terdengar ceria!" Mulai menyebalkan! Dia kira aku kemarin pura-pura sedih, ya? Atau sebenarnya dia yang senang dengan perpisahan ini? "Kau mau mendengarku menangis? Jelas aku ceria, aku senang akhirnya bisa meneleponmu." Lelaki itu tertawa lagi. Rasanya sudah berabad aku tidak mendengar suara tawanya. Dua jam empat puluh menit bagiku seperti dua abad empat puluh tahun! Aku sudah menua dalam perjalanan tadi, kulitku kering dan keriput hanya untuk menunggu waktu menjumpainya melalui telepon. "Bagaimana di perjalanan tadi?" "Perjalanan baik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD