[HAGIA] . "Jadi begitulah, Mr. X, ada orang lain lagi di balik semua ini." Aku menceritakan semua informasi yang kudapatkan dari Serhan barusan. Meski kemungkinannya sangat kecil karena ponsel Serhan telah diambil oleh Elfaraz, aku tetap berharap Mr. X bisa menemukan jati diri penelepon itu. "Analisa saya sementara ini, dia tidak terlalu penting. Hanya pesuruh saja agar tangan Elfaraz Mirza tertap bersih." Aku cukup terkejut dengan tanggapan Mr. X, tapi kalau dipikir lebih jauh, ada benarnya juga. Elfaraz tidak mungkin turun menangani semuanya sendirian. "Ya, bisa jadi seperti itu. Terus terang, keberadaan orang ini sedikit mengganggu saja. Bisakah anda mencari tau lebih dalam lagi." "Tentu. Sudah pasti akan saya lakukan. Bagaimana keadaan anak muda itu? Apakah dia masih syok atau

