Tatapan Raja terus tertuju di Aylin. Dia membukakan pintu mobil untuk gadis itu. Menyilakan Aylin masuk, dan itu di bagian sisi kemudi. "Eh, nggak. Masih ada yang mau saya obrolin sama calon mantu," sergah Bu Yuning. Sontak Aylin menoleh. "Biar Aylin semobil sama kami aja. Ja, ayo bukain pintu buat pacarmu. Kok, malah diam!" gerutu beliau, mengimbuhi. Di tempatnya, Aylin mengerjap-ngerjap. Sementara itu, Baja baru saja menyusul keluar, habis pamit sama Maharani. Langsung ditodong perintah oleh sang mami. Maksud diamnya itu bagaimana coba? Orang Baja baru eksis di luar. Tak seperti mami yang dari tadi menempeli Aylin terus, ikut-ikutan keluar lebih dulu. Oh, jelas. Bu Yuning sedang menjaga calon Baja agar tidak lolos. Begitu saja tidak paham! Di satu sisi, Aylin yang justru diam saja

