35 | Hampir Kena

1612 Words

"Asem. Papa kamu pelit. Mit-amit." Dan Aylin ini seorang anak konglomerat yang pembawaannya tidak seperti orang konglomerat. Jadi, jangan berekspektasi tinggi pada tabiat seorang Jayline Jayakarsa Atmaja yang mestinya bersikap plus bertutur anggunly macam Putri Leonor. "Pelit gimana? Perasaan papaku orang paling dermawan sejagat raya, deh, Lin." Astagaaa. "Mana ada, Ran!" Aylin ngegas. Alisnya bahkan sampai menukik. Pembantahan keras. "Lha, buktinya aku dirawat dan dianggap anak, padahal bukan anaknya. Secara garis kekeluargaan juga beliau cuma sebatas papa sambung, Lin. Tapi ... see! Aku dikasih rumah, disekolahin tinggi-tinggi dan bukan yang sekolah biasa, dikasih uang jajan, terus abangku—" "Beda, Rani. Beda." "Beda apanya?" Rani tidak setuju kalau papanya disebut pelit. Malah di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD