31 | Selera Dukun

1923 Words

"Ini Om yang ngide?" ucap Aylin, melihat suasana kamar hotel yang akan jadi tempatnya bermalam sehabis acara pernikahan tadi dipenuhi lilin dan kelopak bunga mawar merah. Baja baru saja tutup pintu, kemudian matanya mengedar. Kamar ini dihias nuansa— "Selera Om kayak dukun," imbuh Aylin. "Hitam ... merah, gelap-gelapan, terus lilin dan kelopak bunga kayak sajen." "Bukan ide saya," balas Baja. Pasti ini ulah maminya. Bu Yuning. Well, posisi Baja dan Aylin sekarang masih di dekat pintu. Tadi selepas hajat, diarahkan ke sini alih-alih ikut pulang dengan rombongan keluarga. Dan belum melintas jauh makin masuk, di hadapan mereka terdapat jalan setapak buatan yang digelar dengan kelopak mawar merah, lalu sisi kiri dan kanan dihiasi lilin kecil dalam gelas kaca. "Ini gimana aku lewatnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD