Dua puluh tujuh

1063 Words

“Kamu mau membicarakan apa malam-malam begini? Sudahlah, besok saja. Aku mau istirahat sekarang. Sana keluar," usir Leon kasar. Mood Leon semakin tidak baik ketika Irvan mengajaknya untuk bicara. Terlebih ketika melihat pria itu belum juga beranjak keluar dari kamarnya. “Kenapa belum keluar? Kamu punya telinga tidak sih? Apa suara aku kurang keras!?" Leon hendak berteriak dengan sangat keras. Beruntung Irvan segera pergi dari sana. Awalnya, dia ingin membahas terkait pekerjaan. Namun, waktu yang dia pilih benar-benar salah. Selain itu, dia juga ingin membahas lebih lanjut mengenai foto sang bos yang sedang berselingkuh di bar. “Padahal aku baru saja mau mengajaknya untuk kerja sama lagi. Yah, kayaknya ini bukan waktu yang tepat sih. Siapa juga yang tidak pusing kalau bertengkar de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD